Bahasa merupakan :
1. Kumpulan bunyi-bunyi yang melambangkan sesuatu, pada bahasa tulis bunyi-bunyi yang merupakan lambang tersebut diwujudkan dengan simbol-simbol misalnya, /a/, /e/, /i/, /o/, /u/
2. Bunyi-bunyi tersebut disusun secara teratur berdasarkan sistem yang berlaku sehingga menimbulkan makna.
3. Diujarkan secara lisan
4. Digunakan untuk mengungkapkan pikiran atau perasaan, artinya bahasa memiliki fungsi.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahasa adalah kumpulan bunyi-bunyi yang bersistem dan bermakna yang diujarkan, serta berfungsi sebagai alat mengungkapkan pikiran atau perasaan manusia.
Berdasarkan hakikatnya, bahasa memiliki sifat-sifat indah, manusiawi, produktif, dinamis, variatif, konvensional, dan arbriter. Halliday mengemukakan 7 fungsi bahasa yaitu instrumental, regulatori, interaksional, personal, heuristik, imajinatif, dan informatif.
read more..
25 March 2009
Hakikat Bahasa
20 March 2009
Pengembangan Paragraf
Sebuah paragraf mengandung satu gagasan utama dan satu atau lebih gagasan penjelasan penjelas. Kedua gagasan ini saling mendukung dan saling berkaitan erat. Paragraf bisa dibedakan berdasarkan tujuannya, yakni paragraf pembuka, paragraf penghubung, dan paragraf penutup.
Paragraf yang baik memnuhi tiga persyaratan berikut: kepaduan (kohesi), koherensi, dan kelengkapan. Kohesi berkaitan dengan keutuhan isi gagasannya. Koherensi berkaitan dengan jalinan kalimat-kalimatnya. Kelengkapan berkaitan dengan keutuhan dan kelengkapan informasinya.
Sebuah paragraf dapat dikembangkan dengan berbagai teknik pengembangan, yakni secara alamiah, klimaks-antiklimaks atau kebalikannya, dan umum-khusus atau kebalikannya. Paragraf juga bisa dikembangkan berdasarkan fungsinya, yakni dengan pola pengembangan perbandingan dan pertentangan, analogi, contoh-contoh, sebab-akibat, definisi luas, dan klasifikasi.
read more..
11 March 2009
Konsep Menulis
Menulis merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh si penulis sebagai penyampai pesan untuk menyampaikan gagasan atau ide kepada si peneri pesan (pembaca) melalui media bahasa tulis dengan tujuan agar penerima pesan (pembaca) memahami gagasan atau ide yang disampaikannya itu sesuai dengan maksud si penyampainya.
Kegiatan menulis digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya mencatat, merakam, melaporkan, menginformasikan, meyakinkan, dan mempengaruhi pembaca. Agar tulisan itu dapat dipahami pembaca dengan baik, penulis harus pandai memilih kata, menyusunnya dalam kalimat dan bahasa yang tertib, serta pengorganisasian tulisan yang baik agar ide atau gagasan penulis tersampaikan dengan baik dan dipahami pembacaanya dengan baik pula.
Ketika membuat sebuah tulisan, seorang penulis pasti berharap agar tulisannya itu bisa dipahami oleh orang lain sejelsa maksud yang terkandung dalam pikirannya. Oleh karena itu, penggunaan kalimat efektif menjadi bagian yang amat penting dalam menuangkan gagasan. Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan informasi kepada pembaca sejelas dan seakurat pikiran atau gagasan penulisnya. Untuk menyusun sebuah kalimat efektif, penulis perlu memperhatikan beberapa hal seperti kesepadanan dan kesatuan, kesejajaran bentuk, penekanan, kehematan, dan kevariasiaan dalam struktur kalimat.
read more..
10 March 2009
Berbicara Formal
Kegiatan berbicara formal adalah kegiatan berbicara yang dilakukan dalam situasi atau acara-acara formal. Berbicara formal dikelompokkan menjadi dua yaitu monolog dan dialog. Berbicara monolog adalah berbicara satu arah, artinya dalam kegiatan berbicara tersebut tidak terjadi interaksi antara pembicara dengan pendengar.Kegiatan berbicara yang bersifat monolog; pidato/sambutan dan memandu. Memandu dapat berupa memandu acara atau mewara dan memandu wisatawan. Kegiatan berbicara yang bersifat dialog; wawancara dan diskusi. Diskusi memiliki ragam antara lain seminar dan simposium.
Untuk memperoleh keterampilan berbicara formal diperlukan penguasaan terhadap faktor-faktor yang menentukan keberhasilan berbicara. Faktor-faktor tersebut adalah faktor kebahasaan dan nonkebahasaan. Faktor kebahasaan meliputi keberaniaan, kelancaran, kenyaringan suara, pandangan, gerak-gerik, penalaran, dan sikap yang wajar.
read more..
06 March 2009
Hakikat Berbicara
Secara umum, berbicara merupakan proses penuangan gagasan dalam bentuk ujaran-ujaran. Ujaran-ujaran yang muncul merupakan perwujudan dari gagasan yang sebelum berada pada tataran ide.
Ada beberapa hal yang perlu diungkapkan berkaitan dengan batasan berbicara, yaitu.
1. Berbicara merupakan ekspresi diri
2. Berbicara merupakan kemampuan mental motorik
3. Berbicara terjadi dalam konteks ruang dan waktu
4. Berbicara merupakan keterampilan berbahasa yang produktif
Tujuan utama berbicara adalah untuk menuangkan gagasan-gagasan pembicara kepada pendengar dengan media bahasa lisan. Secara khusus tujuan berbicara antara lain memberi informasi, menyatakan diri, mencapai tujuan, berekspresi, menghibur dan lain-lain.
Dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan berbicara dikelompokkan berdasarkan situasi, yakni berbicara dalam situasi nonformal dan berbicara dalam situasi formal. Berbicara nonformal atau berbicara dalam situasi nonformal tidak seketat berbicara formal. Jika berbicara formal dibatasi ruang dan waktu, situasi dalam berbicara nonformal tidak terbatas ruang dan waktu. Dimanapun kegiatan berbicara dapat dilangsungkan tanpa harus ada persiapan sebelumnya.
read more..
01 March 2009
Mengungkapkan Isi Bacaan
Kemampuan membaca dapat ditolokukuri oleh dua kemampuan utama, yakni: (1) kemampuan visual dan (2) kemampuan kognisi. Kemampuan visual adalah kemampuan mata melihat dan menangkap lambang-lambang tulis secara cepat.
Sementara kemampuan kognisi adalah kemampuan otak memahamami makna dan maksud lambnag-lambang secara tepat. Kemampuan membaca yang sesungguhnya itu sering juga disebut kemampuan/ kecepatan efektif membaca (KEM). KEM merupakan perpaduan antara kemampuan kemampuan visual (kecepatan mata melihat lambang) dan kemampuan kognisi (ketepatan otak memaknai lambang). KEM dapat ditentukan dengan membagi jumlah kata yang dibaca dengan waktu tempuh, lalu dikalikan dengan presentase pemahaman bacaan.
Dalam menghadapi sumber informasi yang melimpah, pembaca dituntut memiliki kemampuan memilih bahan bacaan dengan cepat serta berkemampuan membaca cepat pula. Untuk itu diperlukan strategi-strategi membaca yang efektif. Membaca memindai sebagai salah satunya. Terdapat dua jenis membaca memindai, yaitu scanning dan skimming. Scanning merupakan jenis membaca cepat dengan tujuan untuk menemukan informasi khusus/tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya dalam suatu teks. Skimming menuntut pembaca memiliki kemampuan memproses teks dengan cepat guna memperoleh gambaran/kesan umum mengenai suatu teks, meliputi organisasi, gaya, fokus tulisan, gagasan-gagasan utama, dan sudut pandang penulis, termasuk mengenai kaitan teks dengan kebutuhan dan minat pembaca.
Untuk kepentingan pemahaman, kegitan membaca harus memperhatikan 3 aspek berikut: preview, predicting, dan fleksible (kecepatan variatif). Preview: kegiatan prabaca; predicting: kegiatan pada saat membaca berlangsung dengan melakukan dugaan-dugaan; fleksible mengatur tempo dan kecepatan baca secara bervariasi sesuai dengan karakteristik bahan dan tujuan baca
read more..
28 February 2009
Hakikat Karya Ilmiah dan Ilmiah Populer
Istilah tulisan sering dikaitkan dengan ide ilmiah, sedangkan karangan sering dikaitkan pada ide nonilmiah. Karya ilmiah diartikan sebagai tulisan yang mengungkapkan buah pikiran sebagai hasil dari pengamatan, tinjauan, penelitian yang seksama dalam bidang ilmu pengetahuan tertentu, menurut metode tertentu, dengan sistematika penulisan tertentu, serta isi, fakta, dan kebenarannya dapat dibuktikan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Karya ilmiah populer adalah karangan ilmiah yang berisi pembicaraan tentang ilmu pengetahuan dan hal-hal yang berhubungan dengan masalah kehidupan sehari-hari, dengan teknik dan gaya penyajian yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Featur adalah sejenis karangan ilmiah populer yang dalam penyajiaannya sudah menyertakan kreativitas penulissnya.
Suatu karya ilmiah memiliki prinsip-prinsip ilmiah, yakni objektif, empiris, rasional, dan deduktif-induktif. Jenis-jenis karya ilmiah antara lain laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi, dan buku teks.
Secara umum, unsur kerangka karya ilmiah yang lengkap (skripsi atau tesis, misalnya) adalah:
a. Pembuka (preliminaries), terdiri atas:
• Halaman judul
• Lembar pernyataan khusus (bersifat manasuka)
• Kata pengantar
• Ucapan terima kasih
• Abstrak
• Daftar isi
• Daftar tabel/gambar/diagram
b. Isi (batang tubuh), terdiri atas:
• Pendahuluan (introduction)
• Induk tulisan (main body), terdiri dari: bahan (kajian teori) dan metodologi, data hasil penelitian, diskusi/pembahasan hasil analisis, kesimpulan/saran
c. Penutup, terdiri atas:
• Daftar pustaka
• Lampiran
• Indeks
• Curiculum vitae (riwayat hidup)
read more..
26 February 2009
Hakikat Membaca
Kegiata membaca dilakukan unuk berbagai tujuan dan keperluan. Oleh karena itu, diperlukan ketermapilan membaca yang fleksibel. Pembaca fleksibel adalah pembaca yang pandai memilih dan menerapkan strategi baca yang tepat dalam menghadapi bahan bacaannya. Definisi membaca yang dikemukakan para ahli dapat dikategorikan ke dalam dua kategori yang menunjukkan tingkatan, yakni:
1. Definisi yang bertumpu pada kemampuan melek huruf
Yang dimaksud melek huruf adalah kemampuan mengenali lambang-lambang bunyi bahasa dan dapat melafalkannya dengan benar.
2. Definisi yang bertumpu pada melek wacana
Yang dimaksud melek wacana adalah kemampuan mengenali, memahami, dan memetik makna/maksud dari lambang-lambang yang tersaji dalam bahasa tulis itu dalam arti yang sesungguhnya.
Dilihat dari cakupan bahan dan keperluannya, terdapat dua jenis membaca yang sering digunakan, yakni membaca intensif dan membaca ekstensif. Membaca intensif sering diidentikkan sebagai membaca untuk studi(belajar) dengan cakupan bacaan yang lebih spesifik dan tertentu untuk mencapai pemahaman. May (dalam Marzono, 1995) membagi tingkat-tingkat pemahaman itu ke dalam empat klasifikasi, yakni pemahaman literal, intertretatif, kritis, dan kreatif. Untuk menerapkan strategi membaca intensif terdapat beberapa teknik membaca yang bisa digunakan, antara lain teknik SQ3R, KWLH, dan OPQRST.
Membaca ekstensif dipergunakan untuk kepentingan perolehan informasi yang komprehensif, meluas, tidak mendalam, atau untuk kepentingan kesenangan dan hiburan. Oleh karena itu, cakupan bahan bacaanya lebih banyak dan tidak terfokus pada satu buku atau bacaan tertentu.
Terdapat tiga teknik yang tergolong ke dalam teknik membaca ekstensif, yakni:
1. Teknik survei
2. Teknik Skimming atau membaca sekilas
3. Teknik mebaca dangkal atau suferficial reading
read more..
04 January 2009
Menyimak informatif
Salah satu cara untuk mendapatkan informasi salah satunya adalah melalui kegiatan menyimak. Berbagai jenis kegiatan menyimak dapat digunakan untuk memperoleh informasi. Jenis-jenis menyimak dikelompokkan menjadi dua yaitu berdasarkan situasi menyimak dan berdasarkan intensitas.
Jenis menyimak berdasarkan situasi menyimak yaitu menyimak interaktif dan menyimak noninteraktif. Sedangkan jenis menyimak berdasarkan intensitas yaitu: menyimak ekstensif yang terdiri dari menyimak sekunder, pasif, dan estetis; dan menyimak intensif yang terdiri dari menyimak kritis, kreatif dan konsentratif.
read more..
01 January 2009
Hakikat menyimak
Mendengar, mendengarkan, dan menyimak memiliki makna yang berbeda. Di dalam kegiatan mendengar belum terdapat unsur kesengajaan untuk menyimak bunyi-bunyi yang didengarkannya, sedangkan dalam kegiatan mendengarkan sudah terdapat unsur kesengajaan dan tujuan tetapi belum terdapat unsur pemahaman. Berbeda dengan kegiatan mendengar dan mendengarkan, di dalam kegiatan menyimak sudah terdapat unsur kesengajaan, tujuan dan pemahaman.
Kegiatan menyimak memiliki manfaat yaitu memperlancar komunikasi, memperoleh informasi untuk menambah wawasan pengetahuan dan pengalaman tentang kehidupan, dan sebagai dasar belajar bahasa. Untuk dapat menyimak dengan baik, maka kita harus memperhatikan faktor-faktor menyimak, yaitu alat dengar dan alat bicara, situasi dan lingkungan, konsentrasi, pengenalan tujuan pembicaraan, pengenalan paragraf atau bagian pembicaraan dan pengenalan kalimat-kalimat inti pembicaraan, kesanggupan menarik kesimpulan dengan tepat, memiliki intelegensi yang tinggi, dan latihan yang teratur.
Membedakan fonem dalam konteks, menangkap maksud tuturan dalam sebuah kalimat, menentukan kesalahan pengucapan sebuah kata, menangkap isi sebuah percakapan, menangkap isi wacana karya ilmiah dan nonilmiah, merupakan kegiatan-kegiatan yang dapat Anda lakukan untuk berlatih keterampilan menyimak.
read more..
29 December 2008
Keterampilan Berbahasa Indonesia
Terampil bahasa indonesia artinya terampil menggunakan bahasa indonesia dalam komunikasi baik secara lisan maupun tertulis. Keterampilan bahasa lisan meliputi menyimak dan berbicara, sedangkan keterampilan berbahasa tulis meliputi membaca dan menulis. Dilihat dari sifatnya, keterampilan menyimak dan membaca bersifat reseptif yaitu menerima atau memahami pesan yang disampaikan oleh pembicara atau penulis, sedangkan berbicara dan menulis bersifat produktif, artinya menghasilkan pembicaraan atau tulisan
Menyimak memiliki sifat interaktif dan noninteraktif. Menyimak interaktif adalah menyimak dengan melakukan tanya jawab dengan pembicara atau dengan penyimak yang lain. Menyimak interaktif jarak jauh dilakukan ketika pelaku bahasa melakukan kegiatan bertelepon. Menyimak noninteraktif adalah kegiatan menyimak yang tidak disertai dengan tanya jawab atau interaktif antara pembicara dan penyimak.
Sebagai keterampilan berbahasa tulis yang bersifat reseptif, kegiatan membaca bertujuan memahami isi bacaan. Pemahaman dalam membaca dikelompokkan menjadi empat kategori yaitu:
1. Pemahaman literal
2. Interpretasi
3. Membaca kritis
4. Membaca kreatif
Berbicara adalah kegiatan menyampaikan pesan kepada orang lain (penyimak) dengan media bahasa lisan. Suhendar (1992:20) mendefinisikan, berbicara adalah proses perubahan wujud pikiran/perasaan menjadi wujud ujaran.
Keterampilan berbahasa yang bersifat produktif lainnya adalah menulis. Jika pada ketermapilan berbicara orang menyampaikan pesan, gagasan, atau buah pikiran dengan menggunakan bahasa lisan, dalam menulis pesan disampaikan penulis melalui bahasa tulis. Seperti halnya pada berbicara, menulis juga memrlukan proses. Untuk memperoleh tulisan yang baik penulis juga harus tahapan-tahapan, yaitu, tahap pra penulisan, tahap penulisan, dan tahap pasca penulisan.
Setiap keterampilan berbahasa memiliki hubungan satu dengan yang lainnya dan saling mendukung. Keterampilan berbahasa reseptif yang dimiliki seorang dalam memperoleh dan meningkatkan keterampilan berbahasa produktif. Tidak ada cara lain untuk memperoleh keterampilan berbahasa, baik reseptif dan produktif yaitu dengan cara berlatih dan berlatih secara berkesinambungan.
read more..
20 December 2008
Perkembangan dan Kedudukan Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia lahir dari bahasa Melayu. Alasan bahasa Melayu digunakan sebagai dasar lahirnya bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.
1. Bahasa Melayu adalah lingua franca, bahasa perhubungan atau bahasa perdagangan
2. Bahasa Melayu mempunyai sistem yang sederhana, mudah dipelajari
3. Suku bangsa Jawa dan Sunda telah dengan sukarela menerima bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, semata-mata didasarkan pada keinsafan karena sadar akan perlunya kesatuan dan persatuan bangsa.
4. Pada kenyataannya dapat dibuktikan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang dapat dipakai untuk merumuskan pendapat secara tepat dan mengutarakan perasaan secara jelas.
Sejalan dengan pendapat Slametmulyana diatas, Soedjito menjelaskan secara sederhana alasan mengapa bahasa Melayu yang dijadikan landasan lahirnya bahasa Indonesia sebagai berikut.
Bahasa Melayu telah digunakan sebagai lingua franca (bahasa perhubungan) selama berabad-abad sebelumnya di seluruh kawasan tanah air kita (Nusantara). Hal tersebut tidak terjadi pada bahasa Jawa, Sunda ataupun bahasa daerah lainnya.
Bahasa Melayu memiliki daerah persebaran yang paling luas dan melampaui batas-batas wilayah bahasa lain meskipun penutur aslinya tidak sebanyak penutur asli bahasa Jawa, Sunda, Madura, ataupun bahasa daerah lainnya.
Bahasa Melayu masih berkerabat dengan bahasa-bahasa Nusantara lainnya sehingga tidak dianggap sebagai bahasa asing.
Bahasa Melayu bersifat sederhana, tidak mengenal tingkat-tingkat bahasa sehingga mudah dipelajari. Berbeda dengan bahasa Jawa, Sunda, Madura yang mengenal tingkat-tingkat bahasa.
Bahasa Melayu mampu mengatasi perbedaan-perbedaan bahasa antarpenutur yang berasal dari berbagai daerah. Dipilihnya bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan tidak menimbulkan perasaan kalah terhadap golongan yang lebih kuat dan tidak ada persaingan antarbahasa daerah.
Di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai:
1. Lambang kebangsaan nasional
2. Lambang identitas nasional
3. Alat pemersatu berbagai suku bangsa yang berlatar belakang sosial budaya dan bahasa yang berbeda
4. Alat perhubungan antardaerah dan antarbudaya
Di dalam kedudukan sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai:
1. Bahasa resmi negara
2. Bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan
3. Alat perhubungan dalam tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta kepentingan pemerintah
4. Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
read more..
10 December 2008
Peran dan Fungsi Bahasa Indonesia dalam IPTEK dan IPTAK
Bahasa adalah kunci untuk membuka khasanah pengetahuan. Hanya dengan bahasalah kita dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Walaupun bahasa Indonesia sudah berperan sebagai alat persatuan tetapi belum dapat berperan sebagai pengantar ilmu pengetahuan. Hal tersebut mengharuskan kita menerjemahkan semua buku ilmu pengetahuan di dunia ini ke dalam bahasa Indonesia. Dengan adanya informasi ilmiah dalam bahasa Indonesia itu, pasti akan ada kemajuan pesat di bidang ilmu pengetahuan yang berarti meningkatkan mutu bahasa indonesia sebagai bahasa ilmiah.
Demikian pula halnya bahwa dewasa ini bahasa indonesia banyak dipergunakan dalam aktivitas keagamaan sebagai alat / sarana komunikasi untuk menginformasikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat. Hal tersebut sudah terjadi sejak negara maritim Sriwijaya yang beribu kota di Sumatera pernah menjadi pusat pengajian dan penyiaran agama Budha.
Setelah agama islam masuk ke wilayah Asia Tenggara, tak dapat diragukan bahwa bahasa melayu juga ikut memegang peranan penting untuk penyebarannya agama ke daerah-daerah jauh. Demikian pula dengan bangsa Portugis, bangsa Eropa yang pertama kali datang ke Indonesia, dalam usaha perdagangan dan misinya menyebarkan agama di Kepulauan Maluku, juga menggunakan bahasa Melayu bukan bahasa Portugis dan bukan pula bahasa setempat sebagai bahasa pengantar.
Atas dasar itu, kiranya tidak salah bila disimpulkan bahwa sudah sejak dulu bahasa indonesia atau bahasa melayu menjadi bahasa pengantar bagi penyebaran agama di wilayah Indonesia dan bahkan di wilayah Asia Tenggara.
Pada bahasa indonesia dapat disebutkan kegiatan keagamaan yang menggunakan bahasa indonesia sebagai sarana komunikasi juga sudah ada sejak lama sekali. Adanya mantra-mantra yang sampai sekarang masih dikenal orang, menunjukkan bukti kegiatan itu. Para ahli berpendapat bahwa mantra-mantra itu sudah ada sejak sebelum agama islam datang ke indonesia, bahkan sebelum agama Hindu dan Budha. Mantra-mantra itu diajarkan oleh guru kepada murid, oleh generasi yang satu kepada generasi berikutnya. Tentu saja semuanya masih serba lisan sebab tulisan pada saat itu belum dikenal.
Hal itu menjadi salah satu bukti bahwa pada saat itu bahasa indonesia dipakai sebagai saran komunikasi keagamaan.
read more..