06 March 2009

Hakikat Berbicara

Secara umum, berbicara merupakan proses penuangan gagasan dalam bentuk ujaran-ujaran. Ujaran-ujaran yang muncul merupakan perwujudan dari gagasan yang sebelum berada pada tataran ide.

Ada beberapa hal yang perlu diungkapkan berkaitan dengan batasan berbicara, yaitu.
1. Berbicara merupakan ekspresi diri
2. Berbicara merupakan kemampuan mental motorik
3. Berbicara terjadi dalam konteks ruang dan waktu
4. Berbicara merupakan keterampilan berbahasa yang produktif

Tujuan utama berbicara adalah untuk menuangkan gagasan-gagasan pembicara kepada pendengar dengan media bahasa lisan. Secara khusus tujuan berbicara antara lain memberi informasi, menyatakan diri, mencapai tujuan, berekspresi, menghibur dan lain-lain.

Dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan berbicara dikelompokkan berdasarkan situasi, yakni berbicara dalam situasi nonformal dan berbicara dalam situasi formal. Berbicara nonformal atau berbicara dalam situasi nonformal tidak seketat berbicara formal. Jika berbicara formal dibatasi ruang dan waktu, situasi dalam berbicara nonformal tidak terbatas ruang dan waktu. Dimanapun kegiatan berbicara dapat dilangsungkan tanpa harus ada persiapan sebelumnya.

read more..

01 March 2009

Mengungkapkan Isi Bacaan

Kemampuan membaca dapat ditolokukuri oleh dua kemampuan utama, yakni: (1) kemampuan visual dan (2) kemampuan kognisi. Kemampuan visual adalah kemampuan mata melihat dan menangkap lambang-lambang tulis secara cepat.

Sementara kemampuan kognisi adalah kemampuan otak memahamami makna dan maksud lambnag-lambang secara tepat. Kemampuan membaca yang sesungguhnya itu sering juga disebut kemampuan/ kecepatan efektif membaca (KEM). KEM merupakan perpaduan antara kemampuan kemampuan visual (kecepatan mata melihat lambang) dan kemampuan kognisi (ketepatan otak memaknai lambang). KEM dapat ditentukan dengan membagi jumlah kata yang dibaca dengan waktu tempuh, lalu dikalikan dengan presentase pemahaman bacaan.

Dalam menghadapi sumber informasi yang melimpah, pembaca dituntut memiliki kemampuan memilih bahan bacaan dengan cepat serta berkemampuan membaca cepat pula. Untuk itu diperlukan strategi-strategi membaca yang efektif. Membaca memindai sebagai salah satunya. Terdapat dua jenis membaca memindai, yaitu scanning dan skimming. Scanning merupakan jenis membaca cepat dengan tujuan untuk menemukan informasi khusus/tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya dalam suatu teks. Skimming menuntut pembaca memiliki kemampuan memproses teks dengan cepat guna memperoleh gambaran/kesan umum mengenai suatu teks, meliputi organisasi, gaya, fokus tulisan, gagasan-gagasan utama, dan sudut pandang penulis, termasuk mengenai kaitan teks dengan kebutuhan dan minat pembaca.

Untuk kepentingan pemahaman, kegitan membaca harus memperhatikan 3 aspek berikut: preview, predicting, dan fleksible (kecepatan variatif). Preview: kegiatan prabaca; predicting: kegiatan pada saat membaca berlangsung dengan melakukan dugaan-dugaan; fleksible mengatur tempo dan kecepatan baca secara bervariasi sesuai dengan karakteristik bahan dan tujuan baca


read more..

28 February 2009

Hakikat Karya Ilmiah dan Ilmiah Populer

Istilah tulisan sering dikaitkan dengan ide ilmiah, sedangkan karangan sering dikaitkan pada ide nonilmiah. Karya ilmiah diartikan sebagai tulisan yang mengungkapkan buah pikiran sebagai hasil dari pengamatan, tinjauan, penelitian yang seksama dalam bidang ilmu pengetahuan tertentu, menurut metode tertentu, dengan sistematika penulisan tertentu, serta isi, fakta, dan kebenarannya dapat dibuktikan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Karya ilmiah populer adalah karangan ilmiah yang berisi pembicaraan tentang ilmu pengetahuan dan hal-hal yang berhubungan dengan masalah kehidupan sehari-hari, dengan teknik dan gaya penyajian yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Featur adalah sejenis karangan ilmiah populer yang dalam penyajiaannya sudah menyertakan kreativitas penulissnya.
Suatu karya ilmiah memiliki prinsip-prinsip ilmiah, yakni objektif, empiris, rasional, dan deduktif-induktif. Jenis-jenis karya ilmiah antara lain laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi, dan buku teks.

Secara umum, unsur kerangka karya ilmiah yang lengkap (skripsi atau tesis, misalnya) adalah:
a. Pembuka (preliminaries), terdiri atas:
• Halaman judul
• Lembar pernyataan khusus (bersifat manasuka)
• Kata pengantar
• Ucapan terima kasih
• Abstrak
• Daftar isi
• Daftar tabel/gambar/diagram

b. Isi (batang tubuh), terdiri atas:
• Pendahuluan (introduction)
• Induk tulisan (main body), terdiri dari: bahan (kajian teori) dan metodologi, data hasil penelitian, diskusi/pembahasan hasil analisis, kesimpulan/saran

c. Penutup, terdiri atas:
• Daftar pustaka
• Lampiran
• Indeks
• Curiculum vitae (riwayat hidup)
read more..

26 February 2009

Hakikat Membaca

Kegiata membaca dilakukan unuk berbagai tujuan dan keperluan. Oleh karena itu, diperlukan ketermapilan membaca yang fleksibel. Pembaca fleksibel adalah pembaca yang pandai memilih dan menerapkan strategi baca yang tepat dalam menghadapi bahan bacaannya. Definisi membaca yang dikemukakan para ahli dapat dikategorikan ke dalam dua kategori yang menunjukkan tingkatan, yakni:

1. Definisi yang bertumpu pada kemampuan melek huruf
Yang dimaksud melek huruf adalah kemampuan mengenali lambang-lambang bunyi bahasa dan dapat melafalkannya dengan benar.
2. Definisi yang bertumpu pada melek wacana
Yang dimaksud melek wacana adalah kemampuan mengenali, memahami, dan memetik makna/maksud dari lambang-lambang yang tersaji dalam bahasa tulis itu dalam arti yang sesungguhnya.

Dilihat dari cakupan bahan dan keperluannya, terdapat dua jenis membaca yang sering digunakan, yakni membaca intensif dan membaca ekstensif. Membaca intensif sering diidentikkan sebagai membaca untuk studi(belajar) dengan cakupan bacaan yang lebih spesifik dan tertentu untuk mencapai pemahaman. May (dalam Marzono, 1995) membagi tingkat-tingkat pemahaman itu ke dalam empat klasifikasi, yakni pemahaman literal, intertretatif, kritis, dan kreatif. Untuk menerapkan strategi membaca intensif terdapat beberapa teknik membaca yang bisa digunakan, antara lain teknik SQ3R, KWLH, dan OPQRST.

Membaca ekstensif dipergunakan untuk kepentingan perolehan informasi yang komprehensif, meluas, tidak mendalam, atau untuk kepentingan kesenangan dan hiburan. Oleh karena itu, cakupan bahan bacaanya lebih banyak dan tidak terfokus pada satu buku atau bacaan tertentu.

Terdapat tiga teknik yang tergolong ke dalam teknik membaca ekstensif, yakni:
1. Teknik survei
2. Teknik Skimming atau membaca sekilas
3. Teknik mebaca dangkal atau suferficial reading

read more..

Guest Book


ShoutMix chat widget

Blog Archive

My Friends

 

Beasiswa Terbaru

Info Lowongan Kerja

Recent Post